SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

 

 SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI




 


 

 

         WILLY DARMAWAN MARSHAL       

16517207

 

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

2020

 

 

 

 

TEORI

1.     Definisi Sistem Informasi

Menurut Hartono (2005) Sistem Informasi merupakan suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporanlaporan yang diperlukan.

Menurut Yakub (2012) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk tujuan tertentu.

Menurut Laudon dan Laudon (2010) Sistem informasi merupakan komponen yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam sebuah organisasi.

Stair dan Reynolds (2010) mendefinisikan Sistem informasi sebagai perangkat elemen atau komponen yang saling terkait yang dikumpulkan (input), manipulasi (process), menyimpan, dan menyebarkan (output) data dan informasi dan memberikan reaksi korektif (feedback) untuk memenuhi tujuan.

Menurut Abdul Kadir (2003) sistem informasi adalah sekumpulan elemen yang saling terkait dan terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Selain itu, sistem dapat didefinisikan dengan dua pendekatan yaitu sistem yang menekan pada prosedur dan sistem yang menekan pada elemen atau komponennya.

 

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan Sistem informasi adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan.

2.     Definisi Psikologi

Psikologi adalah studi ilmiah mengenai perilaku dan proses mental (psychology is the scientific study of behavior and mental process) (Papalia & Olds, 1985; Weber, 1992), pengertian secara harfiah (menurut arti katanya).

Kata ”psikologi” datang dari kata Latin psyche yang artinya jiwa/soul dan logos yang artinya kata atau wacana (word or discourse). Dalam definisi awal dikatakan bahwa psikologi adalah wacana mengenai jiwa (belakangan menjadi wacana mengenai pikiran atau mind). Behavior atau perilaku diartikan secara luas sebagai tindakan yang dapat diobservasi (diamati), seperti aktivitas fisik dan berbicara. Namun, psikologi juga memberi perhatian pada proses mental yang terjadi walaupun tak dapat diamati secara langsung, seperti orang memersepsi, berpikir, mengingat, dan merasa. Dari pengertian di atas maka dapat dipahami bahwa psikologi memberi gambaran tentang perilaku (sebagai jawaban apa) dan menerangkan atau memberi penjelasan penyebab ataupun akibat dari perilaku (sebagai jawaban mengapa). Tujuan utama tes psikologi adalah memahami pribadi secara obyektif. Disebut obyektif karena orang yang memberikan feedback maupun hasil kuesioner tersebut, akan mengacu pada suatu standar tertentu, atau membandingkannya dengan populasi tertentu.

Untuk menjelaskan perilaku manusia dalam menanggapi lingkungannya, manusia mempunyai 4 (empat) reaksi dasar, yaitu sebagai berikut.

1. Reaksi instrumental, yaitu berupa tindakan atau yang menyangkut gerakan, seperti berjalan, makan, berbicara.

2. Reaksi kognitif. Sistem reaksi ini terdiri dari berpikir, membuat rencana, berimajinasi.

3. Reaksi afektif; termasuk dalam sistem ini adalah perilaku emosional, baik yang positif (gembira), yang negatif (sedih), yang lembut maupun yang keras (sangat marah).

4. Reaksi persepsi, reaksi yang melibatkan satu atau lebih alat indra kita, seperti penglihatan, penciuman, pendengaran, kepekaan terhadap rasa sakit.

 

 

Berikut adalah penjelasan untuk jawaban “Mengapa”. Mengapa orang

melakukannya atau apa akibat perilakunya. Menurut Papalia & Olds (1985), kajian psikologi mempunyai empat tujuan, yakni berikut ini.

1.      Deskripsi

Deskripsi artinya psikologi memberikan informasi tentang apa yang

sedang terjadi. Misalnya, melalui deskripsi kita mengetahui bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan dan usia seseorang; makin tinggi pendidikan seseorang, makin panjang usia orang tersebut. Kita tidak mengetahui mengapa hubungan itu terjadi, kita hanya mengetahui bahwa hubungan itu ada.

2.      Eksplanasi

Eksplanasi tujuan ini merupakan tahap lanjutan dari tujuan pertama, yakni untuk menjawab pertanyaan ”mengapa”. Psikologi memberikan informasi tentang mengapa sesuatu terjadi. Dalam contoh yang sudah disebutkan di atas, mungkin saja bahwa orang yang berpendidikan tinggi memiliki usia yang lebih panjang karena mereka hidup lebih baik dan karena mereka lebih tahu tentang apa yang harus dikerjakan jika mereka sakit. Atau, mungkin saja hubungan itu terjadi karena ada faktor ketiga, Misalnya, kekayaan; kekayaan inilah yang digunakan untuk pendidikan dan perawatan kesehatan.

3.      Prediksi

Prediksi artinya psikologi bertujuan untuk meramalkan peristiwa yang terjadi di masa depan berdasarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya. Misalnya, tes IQ digunakan untuk memprediksikan keberhasilan siswa di sekolah.

4.      Modifikasi atau kontrol

Modifikasi tujuan ini adalah untuk mengubah atau mengontrol perilaku. Hal yang dilakukan adalah memodifikasi (melakukan sesuatu terhadap) lingkungan untuk memperoleh perilaku yang diantisipasikan (telah diharapkan atau diperhitungkan sebelumnya). Misalnya, dalam contoh yang sudah disebutkan pada butir tiga, apabila tes IQ menunjukkan siswa pemilih taraf kecerdasan yang tinggi, tetapi prestasi belajarnya sangat rendah maka perlu dilakukan terapi tertentu untuk mengoptimalkan fungsi kecerdasannya.

Keempat tujuan ini saling berkaitan satu sama lain. Sebelum kita mengubah perilaku orang lain, kita membutuhkan deskripsi akurat tentang perilaku tersebut, eksplanasi tentang perilaku tersebut serta berbagai konsekuensinya, dan sejumlah dasar untuk memprediksi hasil dari perubahan perilaku tersebut.

 

Menurut Ernest Hilgert (1957) dalam bukunya, psikologi ialah ilmu yang mempelajari tentang tingkah manusia dan hewan lainnya.

Menurut George A. Miller (1974) dalam bukunya, psikologi adalah ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan dan mengandalkan peristiwa mental dan tingkah laku.

Menurut Robert S. Woodworth dan Marquis DG (1957) dalam bukunya psikologi, psikologi ialah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas atau tingkah laku individu dalam hubungannya dengan alam sekitarnya.

Menurut Wundt psikologi itu merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Para ahli psikologi mempelajari proses-proses elementer dari kesadaran manusia itu.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang jiwa atau singkatnya ilmu jiwa. Dalam kamus bahasa Indonesia, jiwa antara lain diartikan sebagai roh manusia atau seluruh kehidupan batin manusia. Jadi jiwa mempunyai arti yang sangat abstrak, dan tentunya tanpa jiwa tidak akan juga ada kehidupan jasmaniah. Jiwa atau roh akan menampilkan dirinya ke alam nyata melalui tindakan, atau yang lebih dikenal sebagai perilaku. Oleh karena itu, untuk mempelajari jiwa seseorang kita dapat melihat dari cerminan perilakunya.

 

3.      Sistem Informasi Psikologi

Sistem Informasi Psikologi adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian.

 

4. Alat Tes Psikologi MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)

MBTI adalah alat yang digunakan sebagai tes psikologi untuk pengungkapan potensi diri dan memahami kepribadian manusia yang bersumber dari teori psikologi analitik. MBTI telah dikembangkan sejak perang dunia II oleh Katharine Cook Briggs. Pengembangan instrumen ini berlangsung cukup lama hingga 50 tahun dan dilanjutkan oleh Isabel Briggs Myers (Briggs-Myers & Myers, 1995:6). MBTI merupakan sebuah instrumen untuk menggambarkan perbedaan mendasar perilaku manusia yang sehat dan normal. Instrumen ini dibuat berdasar teori tipologi dari Jung yang berpendapat bahwa ada empat fungsi psikologis mendasar pada manusia dalam berhubungan dengan dunia sekitarnya, yaitu: sensasi, intuisi, Tujuan MBTI adalah untuk mengungkap kepribadian, arah, minat, kecakapan, kemampuan, gaya kerja, ataupun gaya komunikasi MBTI ini berdasarkan pemikiran C.G Jung (1921-1971) mengenai persepsi, judgment dan sikap yang digunakan oleh setiap tipe yang berbeda dari individu.

Manfaat Tes MBTI diantaranya adalah : Bimbingan konseling, Pengembangan diri, Memahami orang lain dengan baik. Instrumen MBTI mengandung empat indek utama yang bersumber dari preferensi psikologi Jung yaitu :

1.                   Extraversion – Introversion (E – I)

2.                   Sensing – Intuiting (S – N)

3.                   Thinking – Feeling (T – F)

4.                   Judging – Perceiving (J – P)

Perhitungan tes MBTI dilakukan dengan membandingkan beberapa hal. Dalam MBTI yang dibandingkan adalah introvert dan ekstrovert, sensing dan intuition, thinking dan feeling serta judging dan perceiving. Untuk tiap perbandingan yang ada akan tersedia dengan 15 pertanyaan yang telah ditentukan, sehingga total pertanyaan terdapat 60 pertanyaan. Dari 15 pertanyaan pada tiap pembanding, misalnya untuk perbandingan ekstrovet dan introvert dari 15 pertanyaan yang tersedia akan dihitung berapa pertanyaan yang dipilih ekstrovert dan berapa yang memilih introvert.

Tes MBTI menjadi sangat terkenal dan banyak digunakan karena keakuratannya dan kemudahan dalam menggunakannya. MBTI ini bersandar kepada empat kecenderungan skala yang saling bertolak belakang yakni ekstrovert vs introvert, sensing vs intuition, thinking vs feeling dan perceiving vs judging. Hal yang perlu diperhatikan dari tes MBTI adalah tidak adanya jawaban “benar” dan “salah” serta tidak ada tipe kepribadian yang lebih daripada tipe kepribadian yang lainnya karena setiap orang memiliki keunikan tersendiri dalam kepribadiannya

 

 

 

 

Contoh Implementasi Karakteristik Sistem

Contoh Aplikasinya

:

“Sistem komputerisasi pada sebuah karyawan baru”

Tujuan

:

Tujuan nya adalah mengetahui perbedaan kompetensi konselor berdasar berbagai tipe kepribadian dan untuk mengukur tipologi kepribadian yang kemudian berfungsi untuk menjelaskan perbedaan kepribadian yang sehat.

Batasan

:

Aplikasi pada tes psikologi

Kontrol

:

CPU control procesing unit mengendalikan operasi pengendalian alat tes psikologi

Input

:

Mengisi data  seperti : data pribadi dan mengisi soal soal dengan keyboard

Proses

:

Memproses semua data masukan sehingga langsung mengetahui informasi dari hasil data tersebut

Output

:

Printer,File

Umpan Balik

:

Perbaikan jaringan, Perbaikan program

 




 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Hartono, J. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogjakarta: ANDI

Yakub. 2012. Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Laudon, Kenneth C dan Jane P. Laudon. 2007. Sistem Informasi Manajemen. Edisi ke-10. Terjemahan Chriswan Sungkono dan Machmudin Eka P. Jakarta : Salemba Empat

Stair, R. M., & G. W. Reynolds. 2010. Principles of Information Systems, a managerial Approach, 9th Edition. Course Technology, USA.

Kadir, Abdul. 2003.  Pengenalan Sistem Informasi. Andi Publisher. Yogyakarta.

Papalia, D. E dan Sally Wendkos Olds. (1985). Psychology. New York: Mc- Graw Hill

Ahmadi, Abu & Munawar Sholeh. 1991. Psikologi perkembangan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Desmita. 2011. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA

Zulkifli. 2003. Psikologi Perkembangan. Bandung:PT REMAJA

ROSDAKARYA.

Irwanto, 2002. Psikologi Umum, PT Prenhanllindo, Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PAPER XI - FUNGSI